Selasa, 15 September 2009

aku... luluh lantak

dari pedalaman sepi tak berpenghuni. kau muncul mencuri curi. wahai... gerangan siapa dirimu? setan ataukah demit yang datang dari tanah pekuburan paling mengerikan? menakutkan siapa saja. apa peranmu dalam hidupku? menggali seluruh kebahagiaanku. membuangnya ke daerah yang jauh nan perawan.

aku...
aku...
luluh lantak

aku telah berlari

ingin aku. memandangi wajah teduhMu. wahai Dzat Penguasa hati. aku... aku... tak bisa berkata kata. ingin letakkan hatiku. di tanganMu. agar semua perasaan buruk dan mengerikan tak lagi ada. hatiku oh hatiku, kenapa berkecamuk. fikirku buntu. Ya Alloh, kenapa semuanya jadi begini. aku menyesal. menyesal sekali.
pada apa yang telah aku lakukan.
kebodohan yang aku perbuat.
Ya Alloh, kuatkan aku. beri aku kekuatan.
pengharapan akan hal hal yang baik.
aku bingung, bingung sekali
tolonglah aku, aku tak berdaya. aku terpuruk. aku sedih.
aku mohon Ya Alloh, buanglah...
buanglah rasa hati yang selalu membunuh kebaikan. beri aku kunciMu.
aku bingung, bingung sekali. kenapa tak kunjung usai...

aku telah berlari, berusaha menjauhi

Ya Alloh...
Ya Alloh...
Ya Rabb...

Senin, 14 September 2009

tak berkesudahan...

tak berkesudahan, biarlah dia mengalir, menyusuri sudut senja. langit sebentar lagi hitam. awannya putih rata. aku cuma diam. mencoba menelisik kedalaman tak terperi. Tuhan, bagaimana aku mengenalMu?

Rabu, 09 September 2009

membenci rindu...

membenci rindu... buatku hampa. gelisah yang panjang. tersesat di kedalaman malam tak bertepi. mengoyak hati, menimbun sepi.
biarkan saja rinduku hanya padaMu
jangan halangi aku, sebab aku mudah sekali kau pedaya

Senin, 07 September 2009

mencari...

mencari, hatiku mencari. keindahan cahaya yang dulu. ke mana perginya engkau...? gundahku gelisahku. gerimis makin menderu. dinginnya makin membeku. langkahku o langkahku, ke mana perginya engkau...? rasa hatiku yang dulu, haruskah... kupergi selalu pada dinding sepi...??

Kamis, 03 September 2009

belajar...

belajar pada kenyataan. subuh baru saja menjelang, masih berkabut. aromanya membangkitkan keinginan bertasbih padaMU. betapa ringkihnya jiwaku.
mendera-dera. aku sadari kini. pantaskah aku di hadapanMu.
air mataku mengalir deras
isakku tak terbendung, malu campur kaku
Rabb, sudikanlah...
aku
hambaMu

bersembunyi...

bersembunyi, pada luka hati. hmmm... ternyata kenyataan memang harus dihadapi. meski dindingnya telah runtuh. tiangnya makin rapuh. ternyata kenyataan memang harus dihadapi. agar tenggelam terseret arus keberanian.
Alloh, telah aku bisikkan lukaku.
jariku pun masih menadah
bibirku bergetar
dadaku berdegup

hanya diriMU

Senin, 13 Juli 2009

tadi malam

tadi malam... aq menangis di pangkuanmu. terisak. berusaha meyakinkan dirimu, aq begitu rapuh. air mataku membanjiri sajadahmu dan mukenamu. aq coba rasakan cintamu padaku. merasakan cintamu, yg pernah tiba tiba menghilang dariku.
Ya Allah, aku telah begitu tega membiarkannya sendiri. menyakiti hatinya yang putih.
aq terisak, sendiri. meratapi kebodohanku...

Jumat, 03 Juli 2009

memayungi...

memayungi... hati. akankah aku sanggup. hanya melintasi angan-angan. aku tak berdaya. betapa cinta, tlah membutakan segalanya. otakku bertaburan ke mana mana. lantas ke manakah hidup tanpa cinta. ataukah memang harus ada demi hidup. bisakah mereka beriringan bersama sama, menggamit kebahagiaan?

Senin, 29 Juni 2009

keraguanku...

keraguanku... jadi tambah tambah.
kembang tak jadi cantik. langit tak biru biru. malam tak pernah beranjak. dadaku sesak. nafasku berhenti berdetak. aku tak bergerak gerak.

Jan 29, 2009

aku ingin...

aku ingin... dekat denganmu. namun, aku lebih takut jika malah tak membuatmu bahagia. kerinduanku... biarlah kerinduanku...
memagari rasaku dari rasamu. takkah...?
aku jadi takut pada hidupku. melayang bebas terhempas pada kebekuan tiada batas.
akh...

29 Jan, 2009

Minggu, 28 Juni 2009

terus terang...

terus terang... kukatakan, bahwa aku sudah melupakanmu. meski darah mengalir. hati teriris. darah telah habis. tak bisa aku rasakan, mana pedih, mana perih. mana luka. aku kehilangan rasaku.
terus terang... aku kehilanganmu. tapi biarlah, toh luka bisa sembuh.

29 Jan, 2009

Senin, 22 Juni 2009

sengaja...

sengaja... memang, tak kucari tahu kabar keadaanmu. bisakah? mampukah? hancur di akhirnya. sengaja, tak kutelepon dirimu. binasa di ujungnya... memilukan!

Jan 7, 2009

menantimu...

menantimu...sama saja mendengar orkestra tak berlagu. dinding malam tak berhitam. pusaran penuh rahasia. aku pun terisak. merasakan keperihan yang mendera, tiba tiba...

Jan 8, 2009

Minggu, 21 Juni 2009

boleh jadi...

boleh jadi... berdekatan denganmu pun membuat hampa jadi surga. kecewa.luka jadi bunga.malam berbintang, siang berkumandang. langit terang, cahaya kian bercahaya, oh...

Jan 13, 09

Rabu, 17 Juni 2009

baru saja...

baru saja, kudengar cintanya. ternyata memang kawan, cintanya, cintanya memang betul betul membutakan mata hatiku. aku tak berkutik. terkulai.
tak dapat kutahan setiap hembusan godanya. begitu nikmat memikat. membelenggu di setiap ujung ujungnya. memberangus kesadaran, mencibiri keberdayaan.
aku telah dipasung, cintanya...

katamu...

katamu... jarak bukanlah alasan. hati yang perawan. mana bisa begitu. ya pasti remuklah. mengingatnya, seperti mengebiri angan angan. mana mungkin! terjebak ketakpastian. semu. sebab cinta tlah bersamanya...

Jan 8, 09

kerinduanku...

kerinduanku,padamu seolah tak mati mati. tiap detik,menit, jam, hari, bahkan setiap tarikan nafasku. membuatku lupa pada segalanya. hanyalah dirimu, aku, dan dunia yang ada di antara kita, yang selalu membenak.

Jan 7, 09

ketika aku menuliskan ini...

ketika aku menuliskan ini, sedang apa dirimu? tertawa, menangis, tersenyum, sedih, luka... kau tahu, apa? itulah cinta. karena tanpa cinta, tak akan pernah terbersit apapun, siapa, apa, dirimu.
saat aku menuliskan ini, tak rindukah kau padaku? tanpa rindu, apa arti cinta.
saat dan ketika aku menuliskan ini, cintakah kau padaku?
aku pun tergugu...

Jan 7, 09